Wahai diri-ku…
Bersyukurlah bila diri-mu masih bisa menangis akibat dosa yang tak mampu lagi diri-mu tepis.

Datanglah dengan perasaan penuh hina kepada-Nya, tunjukkan rasa butuhmu pada-Nya, diri-mu butuh pengampunan-Nya, diri-mu tidak bisa menghindar dari-Nya.

Ingatlah diri-ku…
Jagalah perasaan rendah diri-mu di hadapan-Nya, maka diri-mu akan menjadi rendah hati di hadapan makhluk-Nya. Ini keadaan yang lebih baik bagimu dibandingkan ketaatanmu yang membuatmu sombong dan lupa diri.

Kenapa demikian diri-ku???
Sebab ketaatan yang melahirkan kesombongan hanyalah menjadi tabir kebenaran hakiki, membuatmu merasa bangga dan meremehkan.

Diri-kuuu…
Jangan Tertawa karena merasa istimewa. Jangan berputus asa karena merasa penuh dosa!

يَامُنْتَقِمُ لاَتَنْتَقِمْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا

YAA MUNTAQIMU LAA TANTAQIM ‘ALAINAA BIDZUNUUBINAA

“Ya Allah Yang Maha Menyiksa, janganlah kami disiksa lantaran dosa-dosa kami”.

Aamiin Ya Rabb…

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s